Review Smartfren Andromax G

Nama Smartfren tentu tidak asing lagi di telinga Anda. Selain menyediakan layanan telekomunikasi, operator CDMA yang satu ini juga kerap menawarkan smartphone android yang berkualitas tetapi tetap terjangkau. Adapun review Smartfren Andromax G adalah sebagai berikut.

Konsep Desain

Sama seperti kebanyakan smartphone Android, Andromax G masih mengusung konsep candybar yang simpel tanpa banyak aksen berlebih. Bodi smartphone yang datang dengan layar berukuran 4 inci ini hampir seluruhnya terbuat dari bahan plastik mengilat. Walau demikian, Andromax G terasa cukup solid saat digenggam. Bagian depan smartphone dihiasi oleh sebuah logo Smartfren yang berada tepat di atas layar berukuran 4 inci, speaker utama, kamera depan, sensor jarak (proximity sensor) dan 3 tombol kendali kapasitif menu, home serta back. Sementara pada bagian belakang hanya dihiasi oleh sebuah modul kamera yang ditemani oleh sebuah lampu kilat (flash) dan satu speaker.

Ditujukan untuk pasar anak muda yang aktif dan pengguna baru smartphone Android, Smartfren hanya membekali Andromax G dengan 3 buah tombol kendali fisik, yakni tombol daya dan tombol pengatur volume naik dan turun. Smartfren meletakkan tombol kendali daya di bagian kanan atas, tepat diatas tombol kendali daya yang juga berada pada sisi bagian kanan. Berkat ukuran bodi yang tidak terlalu besar, tombol-tombol kendali yang dibenamkan terasa cukup mudah dicapai dan digunakan. Ukurannya tersebut juga memudahkan pengoperasian Andromax G dengan 1 tangan. Secara keseluruhan, dimensi, tampilan, dan pengalaman saat mengoperasikan smartphone ini terasa cukup positif.

Layar

Sebagai bagian penting dari sebuah smartphone, Andromax G dilengkapi dengan layar berukuran 4 inci dengan resolusi 480×800 pixel. Spesifikasi layar dan resolusi yang dimiliki smartphone ini memang tidak tinggi, tapi terasa cukup untuk menikmati konten multimedia atau streaming video pada situs YouTube. Warna yang dihasilkan juga terlihat cukup cerah dan lumayan tajam untuk ukuran resolusi yang dimiliki. Hanya saja jika sedang menonton film atau streaming video yang kebanyakan dihiasi warna hitam, pancaran sinar LCD yang berasal dari bagian bawah layar terasa cukup mengganggu. Untungnya layar smartphone yang mengandalkan sentuhan untuk pengoperasiannya ini cukup akurat menangkap sentuhan jari saat mengetik pesan atau saat memilih menu pada waktu browsing internet.

Performa

Urusan kinerja, Smartfren memercayakan proses pengolahan informasi pada prosesor dual-core Snapdragon berkecepatan 1,2GHz yang ditemani RAM sebesar 512MB. Sesuai target pasarnya yaitu di kelas menengah ke bawah dan pengguna baru Android, kombinasi prosesor dan RAM ini sudah cukup mumpuni untuk sekadar dipakai chatting, browsing, atau streaming video. Akan tetapi dengan kapasitas RAM yang cukup kecil, Anda harus mengantisipasi kemungkinan adanya kendala lag atau perpindahan antar aplikasi agak lama ketika Anda membuka lebih dari 4 aplikasi secara bersamaan dengan multitasking. Lantas, bagaimana dengan kemampuan main game? Ketika dites untuk main game ringan seperti Angry Birds, Candy Crush atau Temple Run, Andromax G cukup bisa diandalkan. Game yang ringan dapat berjalan dengan lancar tanpa keluhan.

Tetapi begitu mencoba main game yang agak berat seperti Dead Trigger 2, kualitas gambar yang ditampilkan langsung menurun drastis. Performanya juga melambat sehingga mengganggu keasyikan Anda bermain game. Pengujian performa berhasil dilakukan tanpa kendala yang berarti, hanya sedikit lagseperti yang disebutkan di atas. Pengujian lebih lanjut dengan menggunakan aplikasibenchmark sintetis seperti Antutu dan Quadrant juga dilakukan sebagai pembanding dengan smartphone lain yang beredar dipasaran. Nilai yang didapatkan dari Antutu sebesar 8275 poin, sementara nilai hasil pengujian dengan Quadrant berada pada angka 3427 poin.

Setelah pengetesan kemampuan kalkulasi prosesor, selanjutnya giliran chip pengolah grafis yang diuji. Dengan menggunakan aplikasi 3DMark, nilai yang didapat dari pengujian adalah sebesar 2425 untuk Ice Storm dengan pilihan resolusi standar. Hasil yang didapat pada pengujian ini boleh dibilang sejalan dengan hasil pengujian secara nyata. Pada saat dites untuk menjalankan game ringan seperti Angry Birds, Candy Crush atau Temple Run, Andromax cukup bisa diandalkan, tapi begitu mencoba main game yang agak berat seperti Dead Trigger 2, Andromax G sama sekali tidak bisa menampilkan gambar yang baik.

Kamera

Untuk mengakomodasi anak muda yang gemar foto-foto, Smarfren membekali Andromax dengan kamera beresolusi 3,2 megapixel. Hasil fotonya sendiri termasuk biasa saja dan tidak istimewa, mengingat absennya fitur autofocus. Tapi dalam kondisi cahaya normal, hasil fotonya cukup lumayan untuk dibagikan ke jejaring sosial. Memotret pada kondisi minim cahaya juga tidak disarankan karena subjek yang diabadikan akan cenderung dihiasi noise berlebih. Penggunaan lampu kilat (LED Flash) juga tidak membantu, walaupun flash ini cukup berguna di kondisi cahaya backlight yang amat terang.

Kesimpulan

Sebagai smartphone kelas menengah, Andromax G cukup bisa dijadikan perangkat telekomunikasi pilihan. Meski hanya dibekali layar 4 inci, gambar yang ditampilkan sama sekali tidak mengecewakan. Spesifikasi yang dibenamkan juga bisa dibilang cukup mumpuni untuk mengatasi semua aplikasi yang dipasang di dalamnya. Hasil pengujian secara langsung dan dengan menggunakan aplikasi benchmark juga terlihat cukup sejalan.

Ukuran RAM yang hanya 512MB memang menjadi sebuah kekurangan dari smartphone ini. Ini mengingat semakin banyaknya aplikasi baru yang membutuhkan kapasitas RAM yang besar. Untuk harganya, yaitu Rp999 ribu, kinerja Andromax G tergolong baik. Meski kadang terkendala lag dan agak lama saat membuka beberapa aplikasi sekaligus, performa Smartfren Andromax G sudah cukup memadai untuk kebanyakan pengguna Android. Bagi yang membutuhkan smartphone Android GSM-CDMA yang cukup handal tapi dengan harga ekonomis, Smartfren Andromax G layak jadi pilihan.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>