By | April 14, 2014

Baterai smartphone yang boros sepertinya memberi ide kepada Tag Heuer untuk membuat Meridiist Infinite. Ponsel dengan kemampuan mengisi ulang baterai sendiri saat terkena cahaya, baik matahari maupun cahaya buatan yang berasal dari lampu pijar atau LED. Syaratnya, ponsel harus berada pada kondisi standby.

Meridiist Infinite bisa mengisi ulang baterai sendiri tentu ada rahasianya, yaitu pada penggunaan material gelas khusus bernama Wysips Crystal. Di dalam bahan yang dikembangkan oleh Sunpartner Technologies tersebut terdapat komponen photovoltaictransparan yang dapat merubah cahaya yang diterima menjadi energi. Elemen atau komponen photovoltaic sendiri biasa disebut juga dengan solar cell karena memiliki prinsip kerja yang sama.

Agar bisa memperoleh hasil yang optimal, Wysips Crytal ini diletakkan tepat di antara kaca safir pada bagian terluar dan layar LCD di bagian paling bawah. Peletakan komponenphotovoltaic di antara lapisan kaca safir yang keras dan tahan goresan serta layar LCD menjadikan Wysips Crystal dapat bekerja optimal tanpa risiko kerusakan akibat gesekan saat pemakaian.

Untuk mengimbangi kemampuan dan kekuatan kaca safir yang digunakan, bodi ponsel ini juga mendapat perlakuan khusus dengan menggunakan kombinasi material Titanium grade 5 dan serat karbon. Sayangnya, seluruh fitur dan kualitas material yang digunakan tidak dibarengi dengan spesifikasi yang mumpuni. Sebut saja penggunaan layar berukuran 2,4 inci, memori internal 8GB, dan kamera utama 5 megapixel.

Guna menguatkan kesan eksklusif dan langka, Tag Heuer rencananya hanya akan memproduksi Meridiist Infinite dengan jumlah terbatas, yakni 1.911 buah. Tertarik untuk menambah koleksi ponsel premium Anda dengan Meridiist Infinite? Anda masih harus bersabar, karena Tag Heuer masih belum mengumumkan harga dan waktu penjualan Meridiist Infinite.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *